• Kamis, 9 Desember 2021

Catatan Khusus dari PB HMI untuk Pemerintah

- Kamis, 21 Oktober 2021 | 12:40 WIB
IMG-20211021-WA0015
IMG-20211021-WA0015

godepok.com, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) memandang perlu memberikan beberapa catatan disisa masa kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf Amin untuk dijadikan bahan guna mengakselerasi janji-janji yang pernah keduanya ucapkan kepada segenap rakyat Indonesia.

PJ Ketua Umum PB HMI Romadhon JASN mengatakan, mengapresiasi keberhasilan dalam penanganan Covid-19 yang tepat, cepat, cermat, terukur dan efisien oleh Jokowi-Ma’ruf Amin, sehingga Indonesia tercatat dalam sejarah dunia sebagai salah satu negara yang terbilang sukses dalam menangani Pandemi Covid-19 yang menjadi permasalahan besar global.

"Hal ini dapat dilihat dari menurunnya angka infeksi dan kematian akibat Covid-19, baik pada gelombang pertama dan kedua. PB HMI menyarankan agar pemerintah tetap waspada dan melakukan langkah-langkah yang terukur untuk menghadapi gelombang ke 3 pandemi Covid-19 yang diperkirakan terjadi di bulan Desember ini," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima godepok.com, kamis (21/10).

Namun disisi lain, kata Romadhon, pihaknya juga mengkritisi buruknya kebebasan sipil dalam berekspresi yang sangat dirasakan oleh segenap rakyat Indonesia. Data empiris menunjukkan fakta dan bukti bahwa sangat minim atau hampir tidak ada ruang bagi pihak yang berbeda pandangan dengan pemerintah.

"Tidak sedikit rekan-rekan aktivis, mahasiswa dan masyrakat yang menghadapi konsekuensi yang cukup serius, mulai doxing, serbuan fitnah, hoax, peretasan akun. Hal-hal semacam ini dapat menambah catatan buruk bagi perjalanan demokrasi di Indonesia," katanya.

Romadhon menuturkan, Gemuknya koalisi pemerintahan di Parlemen dengan jumlah 82 persen, terkadang beririsan dan dimanfaatkan untuk mendeklarasikan absolutisme power yang tentunya akan berakibat buruk pada masa depan demokrasi Indonesia, seperti hasil kajin/survei yang memberikan catatan tentang mundurnya demokrasi di Indonesia.

PB HMI juga menilai pemerintah beberapa kali abai dalam mengawasi dan melakukan super visi terhadap instrumen negara misalnya terhadap menurunnya performa Kepolisian dalam menjalankan fungsi perlindungan, penghormatan, dan pemenuhan hak asasi manusia sebingga akhir-akhir ini menjadi trending atau viral dimasyarakat, meski Korps Adhiyaksa langsung membenahi institusi mereka.

"Dari sisi pemberantasan korupsi, tidak kunjung ditangkapnya Harun Masiku akan menjadi beban yang berat bagi perjalanan kepemimpinan Jokowi-Amin di 3 tahun yang akan datang. Kesannya, Jokowi-Amin akibat tidak serius dalam pemberantasan korupsi," tuturnya.

Lebih lanjut, Romadhon, PB HMI juga mengapresiasi upaya pemerintah yang berusaha maksimal dalam pemulihan ekonomi, meskipun sempat mengalami resesi akibat pandemi.

Namun, berangkat dari kerja keras dan keseriusan semua pihak untuk bertahan dan berupaya menaikkan kembali perekonomian nasional meski perlahan tapi pasti, dimana ekonomi kita mulai tumbuh positif mendekati 5 persen.

PB HMI juga mendorong agar kementerian terkait dapat memberikan perhatian yang serius pada jutaan masyarakat yang di PHK atau kehilangan mata pencaharian akibat pandemi.

Program bantuan subsidi dan bantuan sosial harus tetap diperhatikan agar tepat sasaran, sampai mereka benar-benar mendapatkan pekerjaan untuk menghidupi keluarganya. Dengan begitu, masyarakat tetap memiliki daya beli untuk mendorong stabilitas ekonomi nasional ke depan

"Reshuffle adalah momentum bagi Jokowi-Amin untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat, sekaligus menjadi pintu masuk untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait kinerja menteri-menteri di kabinet dengan alat ukur sederhana yakni melihat capaian-capaian para menteri selama 2 tahun ini," pungkasnya.(Gun/red)

 

Editor: Administrator

Terkini

Realme Bakal Segera Perkenalkan Produk Terbarunya

Jumat, 29 Oktober 2021 | 14:50 WIB

Polisi Buru Pelaku Pembunuhan di Jalan Nangka

Rabu, 27 Oktober 2021 | 09:56 WIB

Liga Italia, AC Milan Menang Tipis Atas Torino

Rabu, 27 Oktober 2021 | 08:24 WIB

Mengungkap Mitos Mata Kedutan Sebelah Kiri

Rabu, 27 Oktober 2021 | 07:37 WIB

Nahas, Genap 17 Tahun Seorang Remaja Jadi Korban Begal

Selasa, 26 Oktober 2021 | 15:01 WIB

Mahasiswa Demo di Margonda

Senin, 25 Oktober 2021 | 16:40 WIB
X