Antisipasi La Nina Jelang Akhir Tahun, BMKG Minta Seluruh Pihak Terkait Tingkatkan Kewaspadaan

- Sabtu, 30 Oktober 2021 | 15:17 WIB
tangkapan layar laman resmi BMKG (erwin)
tangkapan layar laman resmi BMKG (erwin)

godepok.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menyampaikan Peringatan Dini untuk mewaspadai datangnya La-Nina menjelang akhir tahun ini.

Pasalnya, berdasarkan monitoring perkembangan terbaru, dari data yang ada menunjukan bahwa suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur, menunjukkan nilai anomali telah melewati ambang batas La Nina, yaitu sebesar -0.61 pada Dasarian I Oktober 2021.

Kondisi ini berpotensi untuk terus berkembang menjadi La Nina yang diprakirakan akan berlangsung dengan intensitas lemah - sedang, setidaknya hingga Februari 2022.

Guna membahas hal tersebut lebih jauh, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) secara virtual dengan seluruh elemen terkait guna mengantisipasi dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi La Nina dan potensi bencana hidrometeorologi, pada hari Jum'at (29-10-2021) kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan,  ancaman La Nina yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, dan sebagainya.

Karenanya, kata Dwikorita, pihaknya meminta seluruh pihak terkait seperti Pemerintah Daerah untuk serius menanggapi peringatan dini La Nina yang dikeluarkan BMKG guna meminimalisir dampak dan kerugian yang lebih besar dan harus menyiapkan rencana aksi guna menghadapi La Nina.

"Mohon kepada daerah untuk tidak menyepelekan peringatan dini La Nina ini. Jangan sampai melupakan upaya mitigasi dan fokus pada penanggulangan pasca kejadian. Mitigasi yang komprehensif akan bisa menekan jumlah kerugian dan korban jiwa akibat bencana hidrometeorologi," ungkap Dwikorita, seperti dikutip godepok.com dari laman resmi BMKG, Jumat (29-10-2021).

Lebih Jauh Dwikorita mengatakan, berdasarkan hasil statistic yang ada, kebencanaan saat ini didominasi oleh peristiwa bencana yang terkait dengan cuaca/iklim.

Sementara, dari data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa dalam kurun waktu satu tahun dari 2019 hingga 2020, kejadian bencana angin ribut/puting beliung, banjir, longsor dan kekeringan mencapai 79% dan 83%  total bencana yang tercatat.

Halaman:

Editor: Erwin GD

Sumber: BMKG

Tags

Terkini

Realme Bakal Segera Perkenalkan Produk Terbarunya

Jumat, 29 Oktober 2021 | 14:50 WIB

Polisi Buru Pelaku Pembunuhan di Jalan Nangka

Rabu, 27 Oktober 2021 | 09:56 WIB

Liga Italia, AC Milan Menang Tipis Atas Torino

Rabu, 27 Oktober 2021 | 08:24 WIB

Mengungkap Mitos Mata Kedutan Sebelah Kiri

Rabu, 27 Oktober 2021 | 07:37 WIB

Nahas, Genap 17 Tahun Seorang Remaja Jadi Korban Begal

Selasa, 26 Oktober 2021 | 15:01 WIB

Mahasiswa Demo di Margonda

Senin, 25 Oktober 2021 | 16:40 WIB
X