• Rabu, 26 Januari 2022

Darurat, Ketua Fornas Perempuan Bhineka Tunggal Ika Minta Pemkot Bekasi Terbitkan Perda Kekerasan Seksual

- Sabtu, 15 Januari 2022 | 13:01 WIB
Ketua Fornas Perempuan Bhinneka Tunggal Ika Ratri Wahyu Mulyani meminta Pemerintah Kota Bekasi untuk mengeluarkan Peraturan daerah atau Perda Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan dan Anak (Tim/dok pri)
Ketua Fornas Perempuan Bhinneka Tunggal Ika Ratri Wahyu Mulyani meminta Pemerintah Kota Bekasi untuk mengeluarkan Peraturan daerah atau Perda Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan dan Anak (Tim/dok pri)

godepok.com, Ketua Fornas Perempuan Bhinneka Tunggal Ika Ratri Wahyu Mulyani meminta Pemerintah (Pemkot) Kota Bekasi untuk mengeluarkan Peraturan daerah atau Perda Kasus kekerasan seksual Terhadap perempuan dan anak.

Pasalnya, menurut Ratri, bardasarkan pernyataan dari Kepala DPPPA Kota Bekasi mencatat laporan dari bulan Januari sampai dengan bulan November 2021 terdapat 35 kasus dengan 24 kasus pelecehan seksual dan 11 kasus perkosaan atau pencabulan, belum lagi dengan data di bulan Desember 2021 yang terus masuk terupdate.

"Seperti kasus terakhir seorang ibu yang rela menangkap sendiri pelaku pencambulan terhadap anaknya, ketika laporan kepolisian belum ditidaklanjuti karena belum
masuk tahap penyidikan," kata Ratri melalui keterangan tertulis yang diterima godepok.

Baca Juga: Polisi Buru Penyuplai Narkoba Jenis Tembakau Sintetis Fico Fachriza

"Akibatnya dikhawatirkan akan banyak korban dan keluarga yang akhirnya mengambil langkah langkah diluar hukum. Tentunya hal ini tidak kita inginkan bersama," sambungnya.

Lebih lanjut kata Ratri, Belum lagi kasus kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak yang tidak dilaporkan, tentunya juga banyak dengan berbagai alasan korban akhirnya tidak melapor atau korban dan keluarga terpaksa memilih jalan kekerasan sendiri atau masalah diselesaikan secara
kekeluargaan.

"Kota Bekasi tentunya ingin melihat wajah wajah remaja perempuan yang berprestasi dan optimis tanpa tekanan ketakutan dalam berexpresi dan mengexplor kemampuan diri sendiri tanpa dibayangi ketakutan ketakutan terhadap kekerasan seksual yang akan menimpanya," tuturnya.

Baca Juga: Polisi Periksa Enam Saksi Terkait Kasus Retweet Twitter Pemkot Depok

Sebagai kota yang bergerak sebagai kota satelit bukan hanya sebagai kota penyangga Ibukota seharusnya kota Bekasi dapat lebih menjadi kota yang aman dan ramah terhadap perempuan dan anak. Bagaimanapun kota Bekasi adalah kota industri bukan hanya bertumbuh pesatnya pemukiman tetapi juga akan menjadi kota dengan icon budaya.

Halaman:

Editor: Erwin GD

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tender Formula E Gagal, Pemprov DKI Diminta Transparan

Selasa, 25 Januari 2022 | 20:00 WIB

X-TEN Klaim Sebagai Oli yang Tahan Lama

Selasa, 25 Januari 2022 | 18:00 WIB

Laporan Kasus Edy Mulyadi Ditangani Bareskrim

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:00 WIB

Prakiraan Cuaca Depok Hari Ini Selasa 25 Januari 2022

Selasa, 25 Januari 2022 | 08:00 WIB

Aksi Demo Kejaksaan, Massa Bakar Ban Bekas

Senin, 24 Januari 2022 | 20:00 WIB

PTM 100 Persen di Depok Mulai Diterapkan Hari Ini

Senin, 24 Januari 2022 | 09:00 WIB

Prakiraan Cuaca Depok Hari Ini Senin 24 Januari 2022

Senin, 24 Januari 2022 | 08:00 WIB

Era Perbankan Digital Menuju Kemakmuran Ekonomi RI

Minggu, 23 Januari 2022 | 19:00 WIB

NFT, Sebuah Batu Pijakan Masa Depan untuk Para Seniman

Minggu, 23 Januari 2022 | 17:00 WIB
X