• Senin, 27 Juni 2022

 Tiga Tahun Absen Akibat Pandemi Akhirnya Acara Rasulan Kembali Digelar, Panewu :Ini Wujud Rasa Syukur

- Senin, 23 Mei 2022 | 21:04 WIB
Panewu Semanu Emanuel Krisna Juwoto, memberikan secara simbolis jaran kepang kepada seorang penari (TIM/WAP/Istimewa)
Panewu Semanu Emanuel Krisna Juwoto, memberikan secara simbolis jaran kepang kepada seorang penari (TIM/WAP/Istimewa)

godepok.com , Kabupaten Gunungkidul sebagai pemegang kesejatian keistimewaan Yogyakarta, terus mempertahankan kearifan lokal dengan rutin menyelenggarakan upacara adat setelah panen dalam bahasa lokal "Rasulan" atau khalayak ramai menyebutnya sebagai sedekah bumi.

Seperti yang dilakukan masyarakat Padukuhan Gunung Kunir, Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semanu, yang menggelar "Rasulan" dengan mengelar budaya lokal seperti kendurenan, pagelaran wayang kulit dan juga Jathilan.

Panewu Semanu Emmanuel Krisna Juwoto yang turut menghadiri "Rasulan" yang pada tahun ini jatuh pada bulan Mei mengatakan Pemerintah Kapanewon Semanu akan terus mendukung dan kearifan lokal masyarakat Semanu.

Ia juga mengatakan dengan diadakannya gelar budaya"Rasulan" pada tahun ini setelah sebelumnya "Rasulan" tidak ada lagi karena pandemi Covid-19, membuat perekonomian rakyat dapat berputar kembali.

Baca Juga: Menyusul Larangan Ekspor Dicabut, Puan: Awasi Ketat Harga Minyak Goreng di Pasaran

Keberadaan kami di tengah masyarakat Padukuhan Gunung Kunir, di Kalurahan Candirejo ini adalah bentuk keperdulian Pemerintah Kapanewon Semanu dalam budaya lokal yang ada di Padukuhan Gunung Kunir ini, dengan penyelenggaraan acara adat Rasulan ini, kita bisa melihat bersama perekonomian masyarakat bergerak, di samping itu masyarakat kami yang selama 2 tahun ini patuh dalam menjalani peraturan dengan tidak menyelenggarakan keramaian pada tahun ini mereka bisa bergembira dan bersuka cita karena dapat mensyukuri hasil panennya dengan acara adat Rasulan ini," kata Krisna kepada GoDepok.com Senin, (23/5/2022 ).

Adapun gelaran acara budaya Rasulan di Padukuhan Gunung Kunir ini awalnya dengan melakukan pemanjatan doa kepada yang kuasa dengan kenduri atau dalam bahasa lokal kendurenan dan melanjutkan dengan seni tradisional Jathilan.


Padukuhan Gunung Kunir sendiri telah lama memiliki Seni tradisional Jathilan yang di beri nama Kudho Taruna, Dukuh Gunung Kunir Sumanto mengatakan seni tradisi Jathilan Kudho Taruna ini aktif dalam mengisi gelaran budaya tradisi baik event Rasulan maupun event yang mendukung pariwisata di Kalurahan Candirejo dan juga di Kapanewon Semanu .

Sumanto mengatakan berterima kasih kepada Pemerintah Kapanewon, Kabupaten, Provinsi dan juga Pemerintah pusat yang telah mengizinkan kembali acara budaya.

Baca Juga: Kodim 0508 Depok Distribusikan BLT Minyak Goreng

Halaman:

Editor: Wahyu Adi Putranto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tim Anggrek FC Juarai Persika Cup ke 23

Senin, 27 Juni 2022 | 07:30 WIB

Alumni Siswa SMP 7 Depok Baksos Khitanan Msssal

Senin, 27 Juni 2022 | 07:00 WIB

Presiden Joko widodo akan Hadiri KTT G7 di Jerman

Minggu, 26 Juni 2022 | 19:30 WIB
X