• Senin, 27 Juni 2022

BPKM Sikapi Regulasi Kemenkes dan BPOM Terkait Peraturan Nilai Gizi

- Rabu, 25 Mei 2022 | 12:30 WIB
Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN RI) menyikapi regulasi Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Makanan dan Minuman (BPOM) (Tim/AH)
Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN RI) menyikapi regulasi Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Makanan dan Minuman (BPOM) (Tim/AH)

godepok.com, Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN RI) menyikapi regulasi Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Makanan dan Minuman (BPOM) terkait peraturan informasi nilai gizi pada label pangan olahan dan pencantuman informasi kandungan Gula, Garam, dan Lemak (GGL) serta pesan kesehatan untuk pangan olahan dan pangan siap saji.

BPKN RI menyelenggarakan workshop bersama dengan narasumber Kementerian Kesehatan dan BPOM, serta sebagai peserta Kementerian Perdagangan, Komunitas Konsumen Indonesia (KKI), dan perwakilan Dinas Daerah Tangerang Selatan dan Semarang dilakukan secara hybrid.

Workshop Gula, Garam, dan Lemak ini dihadiri secara daring (dalam jaringan) oleh
narasumber Ibu Anisyah S.Si., Apt, M.P selaku Direktur Standarisasi Pangan Olahan Badan
Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan dr. Theresia Sandra, MHA selaku Ketua Tim Kerja
Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Kementerian Kesehatan.

Baca Juga: Optimalkan Pemulihan Ekonomi, Puan Minta Serapan Anggaran PEN Dimaksimalkan

Ketua Komisi Penelitian dan Pengembangan, Megawati Simanjuntak menyampaikan
bahwa workshop GGL ini bertujuan untuk mendapatkan masukan dan tanggapan, dari kementerian dan lembaga terkait rekomendasi perlindungan konsumen mengenai akses informasi GGL.

"Analisis ini kamu dilatarbelakangi oleh belum tercantumnya informasi kandungan GGL serta pesan kesehatan pada label kemasan makanan maupun minuman yang dinilai menimbulkan kurangnya pemahaman dari sisi masyarakat jika mengonsumsi GGL berlebihan,"katanya.

BPKN berinisiatif melakukan kajian GGL dalam upaya memberikan perlindungan kepada
konsumen dikarenakan asupan GGL yang berlebihan dapat meningkatkan risiko menderita Penyakit Tidak Menular (PTM).

Baca Juga: Setelah Sukses Pada Musim Pertama, Serial Drama To My Star Bakal Kembali Hadir Awal Juni Mendatang

Kategori PTM ini diantaranya adalah stroke, penyakit jantung koroner, kanker, diabetes melitus, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), meski tidak menularpenyakit-penyakit tersebut diketahui memiliki angka kematian yang cukup tinggi.

Halaman:

Editor: Erwin GD

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tim Anggrek FC Juarai Persika Cup ke 23

Senin, 27 Juni 2022 | 07:30 WIB

Alumni Siswa SMP 7 Depok Baksos Khitanan Msssal

Senin, 27 Juni 2022 | 07:00 WIB

Presiden Joko widodo akan Hadiri KTT G7 di Jerman

Minggu, 26 Juni 2022 | 19:30 WIB
X