• Senin, 27 Juni 2022

Pasokan Gas Italia dan Perancis Berkurang, Alasan Pihak Moskow Dianggap Suatu Kebohongan

- Senin, 20 Juni 2022 | 11:00 WIB
Gazprom perusahaan asal Rusia yang memasok gas ke sebagian besar negara eropa (TIM/MMT/Instagram alessandro_verreli)
Gazprom perusahaan asal Rusia yang memasok gas ke sebagian besar negara eropa (TIM/MMT/Instagram alessandro_verreli)

godepok.com, Invasi Rusia yang terjadi sejak 24 Februari lalu belum juga menampakan akan berakhir, hal ini membuat berbagai kerugian, tidak hanya bagi Ukraina, namun juga bagi dunia.

Baru-baru ini terungkap kabar bahwa Perancis kini sedang mengalami krisis energi akibat pasokan gas dari Rusia dihentikan akibat Perancis sedang bersitegang dengan pihak Moskow. Operator jaringan gas Prancis GRTgaz mengatakan aliran gas tersebut sudah terhenti sejak 15 Juni lalu, walaupun pihaknya mengatakan cadangan gas yang mereka miliki tetap dalam situasi yang aman.

Baca Juga: Sekarang Anda bisa Mute Seseorang di Dalam Panggilan Grup Whatsapp

"Tidak ada risiko untuk pasokan Prancis saat ini, dengan cadangan pada kapasitas 56% dibandingkan dengan 50% pada bulan Juni biasanya," ujar perusahaan itu dikutip AFP, Jumat (17/6/2022).

Perusahaan gas asal Rusia, Gazprom, sudah memberikan peringatan bahwa pihaknya akan menghentikan pasokan gas pada pekan ini. Hal ini terjadi dikarenakan gangguan pipa Nord Stream 1 yang saat ini masih diperbaiki Jerman.

Meskipun telah mendapatkan pemberitahuan tersebut, namun pihak Perancis tetap berpendapat bahwa pengurangan pasokan gas tersebut lebih kepada faktor politis, karena  Perancis saat ini mendukung Ukraina dalam Invasi tersebut.

Baca Juga: Tak Kunjung Ada Kelanjutan, PAN Pertanyakan Kelanjutan Hak Interpelasi

Selain Perancis, Italia juga mulai merasakan pasokan gas yang mereka butuhkan mulai berkurang, bahkan Italia hanya mendapatkan separuh dari pasokan gas yang mereka minta.

Sama halnya dengan Perancis, Perdana Menteri (PM) Italia Mario Draghi juga menyebut alasan yang diberikan oleh pihak Moskow merupakan sebuah kebohongan.

"Kami diberitahu, bersifat teknis. Kami dan Jerman dan lainnya percaya bahwa ini adalah kebohongan," ujarnya setelah melakukan kunjungan ke Ukraina.***

Halaman:

Editor: Kinan Warih Arminta

Sumber: AFP

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tim Anggrek FC Juarai Persika Cup ke 23

Senin, 27 Juni 2022 | 07:30 WIB

Alumni Siswa SMP 7 Depok Baksos Khitanan Msssal

Senin, 27 Juni 2022 | 07:00 WIB

Presiden Joko widodo akan Hadiri KTT G7 di Jerman

Minggu, 26 Juni 2022 | 19:30 WIB
X